TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah inisiatif unik bernama Pasar Sodaqoh tengah bergulir di Masjid Al Ihsan, Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Program ini secara inovatif memanfaatkan sedekah berupa barang bekas dari masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk peningkatan kesejahteraan guru dan pembangunan fasilitas pendidikan.

Gerakan yang menginspirasi ini berpusat pada pengumpulan barang-barang yang tidak lagi terpakai dari warga sekitar. Di salah satu area kompleks masjid, terlihat jelas bukti nyata dari gerakan ini, di mana barang-barang seperti lemari es berkarat, tumpukan kardus, dan karung berisi aneka barang bekas tertata rapi.

Pujo Antoko, yang menjabat sebagai sekretaris Pengurus Ranting Muhammadiyah Tambakroto, menjelaskan latar belakang munculnya gagasan Pasar Sodaqoh. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya, berbagai kegiatan di masjid ini sangat bergantung pada infak jamaah, terutama yang terkumpul saat pelaksanaan shalat Jumat.

"Dulu, kegiatan di masjid ini cukup banyak, namun saat itu sumber dana masih mengandalkan infak jemaah, terutama dari shalat Jumat," ujar Pujo Antoko.

Menyadari keterbatasan sumber pendanaan yang ada, Pujo Antoko kemudian mulai memikirkan alternatif lain untuk menopang kegiatan masjid dan masyarakat. Ia bertekad untuk mencari sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan dan mampu memberikan dampak lebih luas.

"Sehingga ia pun berpikir untuk mencari sumber pendapatan lain," jelas Pujo Antoko.

Inisiatif Pasar Sodaqoh ini menjadi solusi cerdas yang memungkinkan masjid tidak hanya mengumpulkan dana dari infak konvensional, tetapi juga dari barang-barang yang seringkali dianggap tidak bernilai oleh pemiliknya. Dengan demikian, barang bekas yang disedekahkan menjadi aset berharga yang dikelola untuk kebaikan bersama.

Dana yang terkumpul melalui Pasar Sodaqoh ini kemudian disalurkan untuk berbagai program. Salah satu manfaat pentingnya adalah pemberian tambahan insentif bagi para guru, yang tentunya akan meningkatkan semangat mereka dalam mendidik generasi penerus.

Lebih jauh lagi, hasil dari gerakan ini juga diarahkan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari pengurus masjid dan masyarakat Tambakroto dalam memajukan sektor pendidikan di daerah mereka.