• TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menunjukkan terobosan inovatif dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya melalui program "Blonjo Warung Tonggo". Program ini dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai konsumen utama.

Inisiatif yang mulai diluncurkan pada 20 Mei 2026 ini secara spesifik mewajibkan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Magelang untuk melakukan kegiatan belanja di warung-warung tradisional yang ada di sekitar mereka. Tujuannya adalah untuk memberikan stimulus ekonomi langsung kepada pedagang kecil.

Sejak program ini dijalankan hingga 31 Juli 2026, tercatat sebuah pencapaian transaksi yang signifikan. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang melaporkan total 5.483 transaksi telah berhasil dihimpun.

Nilai total transaksi yang berhasil dicapai dari program "Blonjo Warung Tonggo" ini bahkan melampaui ekspektasi, menembus angka Rp 203.706.948. Angka ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang baik dari para PNS yang terlibat.

Program ini diimplementasikan di 87 merchant atau titik penjualan yang tersebar di tiga area strategis. Area tersebut meliputi Kelurahan Sawitan, Kelurahan Mendut, dan Desa Deyangan, yang menjadi lokasi uji coba awal pelaksanaan program ini.

Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Pujianto, membenarkan pencapaian tersebut. "Di 87 merchant yang tersebar di Kelurahan Sawitan, Kelurahan Mendut, dan Desa Deyangan," terang Pujianto kepada Kompas.com melalui aplikasi perpesanan, Selasa (11/8/2026).

Seluruh proses transaksi dalam program ini dirancang untuk efisien dan modern. Pembayaran dilakukan secara non-tunai, memanfaatkan kemudahan teknologi digital melalui sebuah aplikasi khusus bernama Stupa.

Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Magelang dalam mendorong digitalisasi transaksi di kalangan UMKM, sekaligus memberikan kemudahan bagi para PNS dalam melakukan kewajiban belanjanya.

Dikutip dari Kompas.com, program "Blonjo Warung Tonggo" ini menjadi salah satu solusi praktis untuk membangkitkan kembali semangat berbelanja di warung-warung lokal, yang seringkali menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di tingkat bawah.