TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim SAR gabungan telah mengerahkan pesawat Cassa milik TNI Angkatan Laut untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap empat korban yang masih hilang dalam insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan upaya penyelamatan yang telah memasuki hari keenam.
Pusat operasi pencarian difokuskan pada penyisiran wilayah perairan dari udara. Pesawat yang digunakan adalah CASSA NC212-200 dengan nomor registrasi U-6215, berasal dari Skuadron 600 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda.
Pesawat tersebut sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu, 16 Agustus 2026, siang hari. Misi udara ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kemungkinan keberadaan para korban.
Setelah lepas landas dari Surabaya, pesawat CASSA U-6215 sempat melakukan pencarian di perairan selatan dari lokasi kejadian terbakarnya kapal. Aktivitas pencarian ini kemudian dilanjutkan dengan pendaratan di Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Hari keenam, pesawat kembali diterbangkan dari Bali pada Senin siang, untuk memaksimalkan pencarian di perairan selatan Pulau Jawa dengan cakupan area mencapai sekitar 3.650 NM²," jelas Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Dalam misi udara yang krusial ini, personel dari Kantor SAR Surabaya juga turut ambil bagian sebagai bagian dari tim di dalam pesawat. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi teknis dan operasional yang signifikan.
"Dalam misi udara ini, personel Kantor SAR Surabaya juga turut on board," kata Hariyadi dalam keterangan resminya pada Senin, 17 Agustus 2026.
Operasi pencarian yang intensif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menemukan empat korban yang belum diketahui nasibnya setelah KMP Putri Yasmin mengalami musibah kebakaran.
Pengerahan aset udara seperti pesawat Cassa TNI AL menunjukkan keseriusan dan komitmen tim SAR gabungan dalam menyelesaikan misi kemanusiaan ini. Harapannya, pencarian ini dapat segera membuahkan hasil positif.