TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa tak terduga terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, ketika dua warga negara asing asal India kedapatan membawa narkotika jenis ganja dalam jumlah besar. Penangkapan ini menjadi bukti nyata upaya pencegahan peredaran gelap narkoba yang terus dilakukan oleh aparat di tanah air.

Kedua tersangka yang berinisial AR (28) dan PC (31) diamankan setelah petugas bea cukai mencurigai isi koper mereka. Tindakan ini dilakukan setelah analisis citra hasil pemindaian X-ray menunjukkan adanya kejanggalan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak berwenang menduga bahwa ganja seberat 10,11 kilogram bruto ini memiliki nilai jual fantastis di pasaran gelap. Estimasi nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai angka Rp 1,5 miliar, sebuah jumlah yang sangat signifikan.

"Untuk barang bukti 10.310 gram bruto jenis ganja," demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Bali, pada Jumat (7/8/2026). Pernyataan ini menegaskan temuan petugas di lapangan.

Peristiwa penangkapan ini sendiri bermula pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Saat itu, kedua WNA tersebut baru saja tiba di Bali menggunakan pesawat Scoot Air dengan nomor penerbangan TR280.

Pesawat yang mereka tumpangi melakukan penerbangan dari Koh Samui, Thailand, dengan singgah terlebih dahulu di Singapura. Kedatangan mereka di Bandara Ngurah Rai tercatat sekitar pukul 10.30 Wita.

Selang beberapa waktu setelah kedatangan, tepatnya pada pukul 11.25 Wita, kedua tersangka menjalani prosedur pemeriksaan rutin oleh petugas Bea Cukai. Di sinilah kecurigaan awal mulai muncul.

"Petugas kemudian mencurigai isi koper mereka setelah menganalisis citra hasil pemindaian X-ray," demikian keterangan yang diperoleh. Kecurigaan ini menjadi awal dari terungkapnya kasus penyelundupan narkotika tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, kasus ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman peredaran narkoba internasional yang mencoba memanfaatkan Bali sebagai pintu masuk.