TIMESINDONESIA.MY.ID - Penyelidikan mendalam terhadap insiden penembakan yang menggemparkan Festival Lembah Baliem terus berlanjut. Tim kepolisian yang bertugas di lokasi kejadian berhasil menemukan sejumlah barang bukti penting yang diduga berkaitan erat dengan peristiwa tersebut.
Tim investigasi gabungan dilaporkan menemukan total delapan selongsong peluru di area tempat terjadinya penembakan. Penemuan ini menjadi langkah krusial dalam upaya mengungkap kronologi dan pelaku di balik insiden yang terjadi di Wamena, Papua Pegunungan.
Temuan delapan selongsong peluru ini menambah daftar barang bukti yang telah berhasil dikumpulkan oleh pihak berwenang. Setiap selongsong akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui jenis senjata api yang digunakan serta kemungkinan jejak pelaku.
Insiden penembakan ini terjadi pada Sabtu, 16 Desember 2023, yang merupakan hari kedua penyelenggaraan Festival Lembah Baliem. Peristiwa ini sontak menimbulkan kepanikan di antara pengunjung dan panitia acara.
"Kami menemukan delapan selongsong peluru di lokasi kejadian," ungkap Kepala Kepolisian Resor Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, memberikan keterangan kepada awak media. Pernyataan ini mengkonfirmasi temuan signifikan yang diharapkan dapat memperjelas kasus ini.
Lebih lanjut, AKBP Heri Wibowo menjelaskan bahwa temuan ini merupakan bagian dari upaya rekonstruksi kejadian. "Barang bukti ini akan kami bawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.
Pihak kepolisian masih terus bekerja keras untuk mengidentifikasi pelaku penembakan. Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan keterangan saksi dan analisis seluruh barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kami masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya," ujar AKBP Heri Wibowo, menegaskan komitmen kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini.
Dikutip dari Kompas.com, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan kooperatif dalam memberikan informasi yang relevan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan dan ketertiban pasca-insiden.