TIMESINDONESIA.MY.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mendalami dugaan praktik tidak terpuji dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Penyelidikan ini berfokus pada adanya dugaan pemerasan yang melibatkan jajaran petinggi di lingkungan universitas tersebut.

Dalam pengembangan kasus ini, penyidik KPK menaruh perhatian khusus pada peran Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie. Lembaga antirasuah menduga sang pejabat memiliki pengetahuan mengenai praktik pemberian rekomendasi bagi calon mahasiswa yang telah menyetorkan sejumlah uang.

Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan keterangan resmi terkait alasan di balik tindakan hukum yang dilakukan penyidik. Pihaknya menegaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti keterkaitan pihak luar dalam proses penerimaan mahasiswa.

"Penggeledahan di ruangan Sekda, karena yang bersangkutan diduga mengetahui terkait pemberian rekomendasi agar mahasiswa yang telah memberikan sejumlah uang untuk kemudian diterima di Unsoed," ujar Budi Prasetyo.

Proses penggeledahan ini tidak hanya menyasar kantor Sekda Banyumas, namun juga mencakup beberapa lokasi strategis lainnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyidik untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat atas kasus yang menjerat Rektor Unsoed tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Budi Prasetyo menjelaskan bahwa aksi penggeledahan tersebut dilakukan oleh tim penyidik dalam kurun waktu dua hari. Operasi ini berlangsung sejak Rabu (9/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).

"Budi menjelaskan, penyidik menggeledah enam lokasi dalam kasus dugaan pemerasan penerimaan mahasiswa baru yang menjerat Rektor Unsoed dari Rabu (9/9/2026) sampai dengan Kamis (10/9/2026)," ungkap Budi Prasetyo.

Selain ruang kerja Sekda, tim penyidik KPK juga mendatangi kediaman para pejabat tinggi di Universitas Jenderal Soedirman. Sasaran utama penggeledahan tersebut meliputi rumah pribadi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor IV Unsoed.

Hingga saat ini, penyidik terus melakukan analisis terhadap berbagai temuan dari lokasi-lokasi yang telah digeledah. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka tabir praktik pemerasan yang diduga telah berlangsung dalam sistem penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.