TIMESINDONESIA.MY.ID - Proses ekshumasi makam Sutrimo yang berusia 42 tahun akan segera dilaksanakan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2026.
Keluarga Sutrimo masih merasakan kesedihan yang mendalam menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut. Suasana duka masih menyelimuti mereka.
Kakak tiri Sutrimo, Tukim, mengungkapkan kondisi ibu kandung korban yang sedang sakit. Beliau dilaporkan masih dalam keadaan syok akibat peristiwa yang menimpa putranya.
"Kondisi ibu saat ini masih syok, tapi sudah agak mendingan," kata Tukim saat ditemui di area pemakaman pada Selasa sore, 11 Agustus 2026.
Tukim juga menjelaskan bahwa ibu kandung Sutrimo telah mengetahui rencana ekshumasi makam putranya. Pemberitahuan tersebut telah disampaikan kepada beliau.
"Sudah tahu, namanya orang tua pasti sedih lah kayak ini teringat," ujar Tukim.
Lebih lanjut, Tukim menceritakan bagaimana perasaan sedih sang ibu tergambar jelas. Ia bahkan menangis saat pulang ke rumah.
"Kalau sama saya pulang aja nangis," tutur Tukim.
Peristiwa ini tentunya meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi keluarga, terutama sang ibu yang tengah berjuang melawan sakitnya.