TIMESINDONESIA.MY.ID - Hampir dua tahun berlalu sejak banjir besar meluluhlantakkan Jembatan Kalongbali di Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Namun, hingga kini, jembatan vital tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda akan dibangun kembali.
Kondisi jembatan yang masih terputus ini menimbulkan dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari warga di beberapa wilayah sekitarnya. Aktivitas masyarakat menjadi terhambat, bahkan tak sedikit yang merasa terisolir dari dunia luar.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Karanganyar ini memiliki peran krusial sebagai akses utama bagi warga yang tinggal di Dukuh Kalongbali dan Dukuh Sikenong. Keberadaannya tidak hanya menghubungkan permukiman, tetapi juga menjadi jalur penting.
Jalur ini sangat esensial untuk mencapai berbagai fasilitas publik, termasuk tempat-tempat pendidikan, rumah ibadah, serta menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Hilangnya jembatan ini berarti terputusnya konektivitas tersebut.
Ketua RW 05 Plarangan yang juga menjabat sebagai Kepala Lingkungan Kalongbali, Singgih Suseno, menegaskan betapa pentingnya jembatan ini bagi warganya. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalan keluar masuk bagi sebagian besar penduduk di wilayahnya.
"Mohon bantuannya, jembatan ini merupakan akses satu-satunya untuk wilayah RW 05, khususnya RT 05/RW 05 Kalongbali dan RT 04/RW 04 Sikenong," ujar Singgih Suseno pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pernyataan ini menggambarkan keprihatinan mendalam atas situasi yang dihadapi.
Situasi ini secara langsung memengaruhi mobilitas warga, mulai dari anak-anak yang bersekolah hingga para pekerja yang harus menempuh perjalanan lebih jauh. Keterputusan jembatan ini menciptakan tantangan logistik yang berat.
Dikutip dari Kompas.com, kondisi jembatan yang belum diperbaiki ini telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, menimbulkan pertanyaan mengenai tindak lanjut pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur yang krusial ini.
Terputusnya jembatan ini juga berpotensi menghambat distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat di Kalongbali dan sekitarnya.