TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi jembatan yang menghubungkan Kampung Maki dengan Dampek di jalur Trans Flores, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan dan terancam putus akibat guncangan gempa. Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kelancaran transportasi di wilayah tersebut.
Pihak berwenang setempat telah mengidentifikasi adanya kerusakan signifikan pada struktur jembatan. Fondasi di sisi barat dan timur jembatan mengalami keretakan yang parah.
Retakan tersebut bahkan terlihat memisahkan antara fondasi jembatan dengan tanah di sekitarnya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran struktur yang cukup membahayakan.
Pantauan langsung di lokasi pada Kamis, 20 Agustus 2026, menunjukkan adanya retakan besar yang membentang di bagian timur jembatan. Kondisi ini semakin memperburuk kekhawatiran akan kestabilan jembatan.
Selain retakan pada fondasi, ditemukan pula lubang atau rongga yang cukup dalam di bawah permukaan jalan pada sisi kiri dan kanan jembatan. Keberadaan rongga ini mengindikasikan adanya penurunan tanah di bawah struktur jembatan.
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, menyatakan keprihatinannya atas potensi keruntuhan jembatan. Ia memprediksi gempa susulan dapat memperparah kerusakan yang ada.
"Kemungkinan gempa susulan yang terjadi tadi akan memperlebar lubang pada jembatan, lebih khususnya di bagian timur, dan kemungkinan besar akan putus bila goncangan besar gempa kembali terjadi beberapa saat ke depan," ujar Agustinus kepada Kompas.com, Kamis.
Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa sebelum kerusakan parah teridentifikasi, jembatan tersebut masih dapat dilalui oleh kendaraan. Sejak terjadinya gempa bermagnitudo 7,7, beberapa kendaraan roda empat dan roda dua masih dilaporkan bisa melintas di atasnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai upaya penanganan darurat dan rencana perbaikan untuk mengembalikan fungsi jembatan sebagai akses transportasi vital di jalur Trans Flores.