TIMESINDONESIA.MY.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dilaporkan semakin meluas. Hingga berita ini diturunkan, api telah menghanguskan area seluas kurang lebih 60 hektare.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Luasnya area yang terdampak menunjukkan intensitas api yang cukup tinggi dan sulit dikendalikan oleh petugas gabungan.

Akibat dari meluasnya kobaran api tersebut, pihak pengelola memutuskan untuk menutup sementara seluruh jalur wisata di kawasan Gunung Bromo. Keputusan ini diambil demi keselamatan para pengunjung.

Penutupan sementara ini diberlakukan untuk semua destinasi wisata yang ada di dalam kawasan Gunung Bromo, termasuk lautan pasir dan kawah. Hal ini bertujuan agar upaya pemadaman api dapat berjalan maksimal tanpa ada gangguan.

Pihak Balai Besar TNBTS telah mengerahkan personel gabungan untuk melakukan pemadaman. Tim terdiri dari petugas TNBTS, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu memadamkan api.

"Kami mengerahkan personel gabungan untuk melakukan pemadaman api di kawasan Gunung Bromo," ujar Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani.

Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan alat manual dan pompa air. Kondisi medan yang berbukit dan kering menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas.

"Kami terus berupaya memadamkan api agar tidak meluas lebih jauh lagi," kata Septi Eka Wardhani.

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, api dilaporkan masih terus menjalar di beberapa titik. Angin yang bertiup cukup kencang turut memperparah kondisi dan mempersulit proses pemadaman.