- TIMESINDONESIA.MY.ID - Musim kemarau yang disertai dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah telah memicu serangkaian dampak negatif yang meluas. Bencana ekologis ini tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan efek domino yang serius terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Fenomena karhutla yang melanda berbagai wilayah di Kalimantan Tengah ini telah menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Asap pekat yang menyelimuti sebagian besar area provinsi berdampak pada terganggunya aktivitas produksi dan distribusi barang serta jasa yang dijalankan oleh para pelaku UMKM.
Menyikapi kondisi yang mengkhawatirkan ini, seorang legislator dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) angkat bicara dan menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan perlindungan bagi UMKM di Kalimantan Tengah. Ia melihat ancaman karhutla ini sebagai sebuah krisis yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Legislator tersebut menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang sangat rentan terhadap berbagai guncangan, termasuk bencana alam seperti kebakaran hutan. Kerugian yang dialami UMKM akibat karhutla ini bisa sangat beragam, mulai dari rusaknya stok barang, terganggunya pasokan bahan baku, hingga menurunnya daya beli masyarakat akibat dampak kesehatan dan ekonomi dari asap.
"Kami sangat prihatin melihat dampak karhutla ini yang begitu besar bagi UMKM di Kalteng. Mereka adalah pilar ekonomi lokal yang harus kita lindungi," ujar legislator tersebut, menegaskan keprihatinan dan fokusnya pada sektor ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perjuangannya akan difokuskan pada upaya pencegahan karhutla yang lebih efektif dan penyediaan dukungan pasca-bencana bagi UMKM yang terdampak. Hal ini mencakup berbagai skema bantuan, baik berupa permodalan, pelatihan, maupun fasilitasi akses pasar.
"Perlindungan UMKM dari dampak karhutla ini menjadi prioritas utama kami. Kami akan terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada mereka agar bisa bangkit kembali dan terus berkontribusi pada perekonomian daerah," katanya, menekankan urgensi kebijakan perlindungan.
Selain itu, legislator tersebut juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla. Kesadaran akan bahaya membakar lahan secara sembarangan perlu terus ditingkatkan untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran yang meluas.
Ia menambahkan, "Edukasi dan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan dari kebakaran harus terus digalakkan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama."