TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dilaporkan telah mengambil langkah serius dengan mendatangi Provinsi Jambi. Langkah ini diambil guna mendalami dugaan kasus penggelapan dana yang melibatkan sebuah biro perjalanan haji dan umrah.

Fokus utama kedatangan tim Kemenhaj di Jambi adalah untuk menelusuri lebih lanjut terkait dugaan penyelewengan dana milik jemaah umrah. Nilai dana yang diduga digelapkan ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu Rp 2 miliar.

Tim Kemenhaj terlihat melakukan pemeriksaan intensif di Kejaksaan Tinggi Jambi. Dalam prosesnya, mereka mewawancarai sejumlah korban yang merasa dirugikan, serta pemilik biro perjalanan yang diduga melakukan praktik penyelewengan uang jemaah.

"Kita datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan juga pemilik travel. Kita juga mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait dengan dugaan pelanggarannya," ujar Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah, Nano Sugianto.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, biro perjalanan tersebut diduga kuat telah menyelewengkan dana dari sekitar 100 jemaah umrah. Total kerugian yang ditimbulkan dari aksi ini diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Dana yang seharusnya digunakan untuk memfasilitasi keberangkatan ibadah umrah para jemaah ini diduga telah dialihkan untuk kepentingan pribadi. Salah satu indikasi yang muncul adalah penggunaan dana tersebut untuk melunasi pembelian ruko milik biro perjalanan itu sendiri.

"Kita datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan juga pemilik travel. Kita juga mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait dengan dugaan pelanggarannya," kata Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah, Nano Sugianto, saat diwawancarai pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Dikutip dari Kompas.com, pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya Kemenhaj untuk memastikan keadilan bagi para jemaah yang menjadi korban.

Kejaksaan Tinggi Jambi menjadi lokasi strategis bagi tim Kemenhaj untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Hal ini penting guna memperjelas duduk perkara dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.