TIMESINDONESIA.MY.ID - Kisah Mbah Darmi, seorang lansia berusia 63 tahun asal Desa Kayugritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini menyita perhatian publik. Hal ini bermula ketika kondisi ekonominya yang tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) tersebar luas di tengah masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat dari berbagai daerah tergerak untuk memberikan bantuan secara sukarela. Donasi yang terkumpul bertujuan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari Mbah Darmi yang sebelumnya sempat terputus dari akses bantuan pemerintah.
Dikutip dari Kompas.com, bantuan tersebut telah berhasil disalurkan secara resmi kepada yang bersangkutan. Proses distribusi bantuan dilakukan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh Mbah Darmi.
"Bantuan yang terkumpul mencapai sekitar Rp 2,25 juta," ujar Neli Setyoningsih.
Mengenai teknis pembagiannya, bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai sepenuhnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok Mbah Darmi tetap terpenuhi dengan baik.
"Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 1,75 juta diberikan dalam bentuk uang tunai, sedangkan Rp 500.000 lainnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok," kata Neli Setyoningsih.
Pihak Pemerintah Desa Kayugritan memastikan bahwa proses penyerahan bantuan telah dilaksanakan dengan lancar pada Selasa (1/9/2026). Penyerahan ini menjadi bukti nyata solidaritas masyarakat terhadap sesama.
"Neli mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada Mbah Darmi pada Selasa (1/9/2026)," tulis Kompas.com dalam informasinya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pemerintah desa memberikan imbauan tegas kepada warga terkait keamanan bantuan. Masyarakat diminta untuk segera melapor apabila ditemukan oknum yang mencoba melakukan penagihan atau pemotongan terhadap bantuan tersebut.