TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Juli 2026, telah memicu respons cepat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memulihkan fungsi layanan kesehatan.
Prioritas utama Kemenkes saat ini adalah memastikan ketersediaan dan kelancaran layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.
Upaya pemulihan difokuskan pada evaluasi dan perbaikan fasilitas kesehatan yang terdampak oleh guncangan gempa.
Berdasarkan laporan sementara, dari total 21 rumah sakit yang terdampak, sebanyak 16 rumah sakit dilaporkan masih dapat beroperasi secara penuh.
Sementara itu, empat rumah sakit tercatat beroperasi secara sebagian, dan satu rumah sakit lainnya belum dapat difungsikan pascagempa.
Mengenai tingkat kerusakan fisik, tercatat tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat, enam rusak ringan, dan dua belas rumah sakit tidak mengalami kerusakan struktural yang signifikan.
Pada tingkatan fasilitas kesehatan yang lebih kecil, dari 190 puskesmas yang terdampak, sebanyak 122 puskesmas dilaporkan masih beroperasi penuh.
Sebanyak 49 puskesmas lainnya beroperasi secara sebagian, sedangkan 19 puskesmas belum dapat memberikan pelayanan karena kerusakan.
"Kemenkes terus memprioritaskan pemulihan fungsi layanan kesehatan pasca gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/7/2026)," demikian informasi yang disampaikan.