TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah video yang beredar di media sosial pada Selasa (18/8/2026) menampilkan momen menegangkan saat seorang remaja diduga dihadang dan dikeroyok oleh dua orang di tengah jalan. Kejadian ini sontak menimbulkan perhatian publik.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Lokasi pengadangan menjadi sorotan setelah video viralnya tersebar luas.
Namun, pihak kepolisian daerah setempat memberikan klarifikasi penting terkait insiden tersebut. Berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan, dugaan pengeroyokan ternyata tidak terjadi.
"Korban menerangkan tidak mengalami pemukulan dan saat ini kondisinya baik serta masih dapat beraktivitas seperti biasa," ujar Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu (19/8/2026).
Menurut keterangan Iptu Suwarti, kepastian bahwa tidak ada pemukulan didapat setelah tim kepolisian melakukan pengecekan mendalam di lokasi kejadian. Selain itu, keterangan dari korban dan sejumlah saksi mata juga telah dikumpulkan.
Peristiwa pengadangan itu sendiri terjadi pada Minggu (16/8/2026) dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.30 WIB. Waktu kejadian yang larut malam menambah nuansa misteri pada rekaman yang beredar.
Lokasi spesifik kejadian adalah di jalan desa yang berada di kawasan Dukuh Serang, Desa Windurojo. Pihak kepolisian telah mengidentifikasi remaja yang terlibat dalam video tersebut berinisial W, yang berusia 16 tahun dan merupakan warga Desa Windurojo.
Dikutip dari Kompas.com, Iptu Suwarti menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi yang dihimpun oleh pihaknya. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan fakta sebenarnya di balik video yang viral tersebut.
"Korban menerangkan tidak mengalami pemukulan dan saat ini kondisinya baik serta masih dapat beraktivitas seperti biasa," kata Iptu Suwarti. Pernyataan ini menegaskan bahwa kekhawatiran awal publik mengenai adanya korban luka akibat pengeroyokan tidak terbukti.