TIMESINDONESIA.MY.ID - Menjelajahi Kota Semarang tidak hanya menjadi aktivitas olahraga atau rekreasi bagi sebagian orang. Bagi Komunitas Sepeda Tegak Lurus Semarang, kegiatan bersepeda justru menjadi sarana untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Komunitas ini memiliki kebiasaan yang cukup menarik dan berbeda dari komunitas sepeda pada umumnya. Dalam setiap sesi menjelajahi berbagai penjuru kota, mereka selalu membawa perlengkapan khusus.
Perlengkapan yang dibawa adalah pilox atau cat semprot. Alat ini digunakan untuk menandai titik-titik jalan yang berlubang dan berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Ide aksi unik ini muncul dari pengalaman pribadi para anggota komunitas. Mereka seringkali menemukan kondisi jalan yang rusak saat sedang bersepeda maupun dalam kegiatan sehari-hari.
"Tidak sedikit anggota yang mengaku pernah nyaris terjatuh akibat tidak melihat lubang di jalan," demikian pernyataan yang disampaikan, menggambarkan betapa pentingnya penandaan jalan berlubang ini.
Tindakan penandaan ini merupakan wujud kepedulian komunitas terhadap keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pengendara sepeda, motor, maupun mobil.
Melalui aksi sederhana namun berdampak ini, Komunitas Tegak Lurus Semarang berharap dapat meminimalisir risiko kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur jalan.
Hal ini menunjukkan bahwa sebuah hobi dapat diubah menjadi gerakan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dikutip dari Kompas.com, komunitas ini secara rutin melakukan kegiatan penjelajahan kota sekaligus melakukan aksi sosial mereka.