TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mencermati keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang didirikan di lokasi-lokasi yang terkesan kurang strategis. Beberapa di antaranya terpantau berada di kawasan perbukitan hingga berdekatan langsung dengan area tambak.
Meski demikian, Kepala Dinas Koperasi Jawa Tengah, Desi Arijani, berpandangan bahwa penempatan yang tidak konvensional ini tidak serta-merta menjadi penghalang. Ia meyakini potensi ekonomi lokal di sekitar lokasi tersebut dapat dikembangkan oleh para pengurus koperasi.
"Kami pantau lewat medsos juga ya, ternyata ada yang di puncak bukit, di kuburan," ungkap Desi Arijani saat dikonfirmasi pada Kamis (13/8/2026). Ia menambahkan bahwa Pemprov tidak terlibat dalam proses pembangunan awal koperasi tersebut.
"Kami di awal dari awal tidak terlibat pembangunan. Itu PT Agrinas menggandeng TNI," jelas Desi Arijani mengenai pihak yang pertama kali membangun KDKMP.
Dengan adanya koperasi yang telah terbangun, kini harapan besar disematkan pada generasi muda yang berperan sebagai manajer. Diharapkan mereka dapat membawa inovasi baru untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
"Karena sudah ada (terbangun), harapannya dengan adanya anak-anak muda sebagai manajer bisa punya inovasi untuk mengambangkan potensi yang ada," kata Desi Arijani.
Salah satu contoh yang diberikan adalah Koperasi Desa yang berlokasi di kawasan perbukitan. Lokasi tersebut, menurut Desi, justru dapat dimanfaatkan sebagai titik awal untuk pengembangan berbagai jenis usaha yang selaras dengan karakteristik geografisnya.
"Ia mencontohkan Kopdes yang berada di kawasan perbukitan dapat dikembangkan menjadi tempat usaha yang memanfaatkan karakter lokasi," ujar Desi Arijani.
Dikutip dari Kompas.com, Pemprov Jawa Tengah melihat keberadaan KDKMP di lokasi yang tidak biasa sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan model bisnis baru yang unik dan berakar pada kearifan lokal.