TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi Sungai Mahakam yang mengalami surut drastis kini mulai mengancam ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Fenomena alam ini memaksa warga setempat untuk rela antre sejak dini hari demi mendapatkan pasokan BBM bersubsidi yang kian menipis. Situasi serupa telah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan terakhir.

Kesulitan distribusi BBM ini disebabkan oleh kapal pengangkut bahan bakar yang kerap menghadapi kendala saat melintasi sejumlah titik di Sungai Mahakam yang mengalami pendangkalan signifikan.

Imran Syahrul, salah seorang warga Kecamatan Long Apari, menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi akibat terganggunya jalur distribusi BBM melalui transportasi sungai. Debit air yang rendah membuat kapal jenis long boat pengangkut BBM kesulitan untuk bergerak bebas.

"Antrean BBM ini sudah sekitar tiga mingguan kalau tidak salah. Minim BBM karena debit Sungai Mahakam turun, surut, tidak ada hujan, jadinya long boat yang bawa BBM tidak bisa lewat karena sungai dangkal," ujar Imran Syahrul saat dihubungi dari Balikpapan, pada Senin (10/8/2026).

Kekhawatiran warga semakin memuncak tatkala potensi kemarau panjang masih membayangi. Mereka khawatir pasokan BBM dan kebutuhan pokok akan semakin sulit didapatkan jika kondisi cuaca ekstrem ini terus berlanjut.

Situasi ini menunjukkan kerentanan wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada kelancaran transportasi air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Pendangkalan sungai bukan hanya berdampak pada pasokan BBM, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Pihak terkait diharapkan dapat segera mencari solusi alternatif untuk memastikan pasokan BBM dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi bagi warga Long Apari.