TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari KOMPAS.com, Pemerintah Kota Solo mengambil langkah cepat untuk merespons dampak sosial-ekonomi akibat penutupan permanen Pusat Grosir Solo (PGS). Langkah ini diambil guna menjaga keberlangsungan usaha para pedagang yang terdampak langsung oleh keputusan hukum tersebut.
Penutupan salah satu pusat perbelanjaan grosir terbesar di Kota Surakarta ini terjadi setelah pengelola kawasan secara resmi dinyatakan pailit. Keputusan hukum tersebut dikeluarkan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang.
Adapun entitas pengelola yang menaungi fasilitas perdagangan tersebut adalah PT Putera Griya Sentosa. Perusahaan ini secara resmi dinyatakan pailit berdasarkan Putusan Nomor: 6/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN.Niaga.Smg yang ditetapkan pada 9 Februari 2026.
Keputusan pailit tersebut berujung pada penutupan operasional gedung secara permanen dan berdampak pada nasib para penyewa kios. Kondisi ini menuntut adanya penanganan segera dari pemerintah daerah agar aktivitas perekonomian warga tidak terhenti.
Menyikapi krisis yang dihadapi para pedagang, Wali Kota Solo Respati Ardi langsung menyiapkan skema mitigasi untuk meminimalkan kerugian ekonomi. Orang nomor satu di Kota Solo tersebut berencana menawarkan fasilitas relokasi dengan memanfaatkan aset pasar daerah yang masih tersedia.
Pemerintah Kota Solo akan menyediakan pilihan kios hingga los kosong yang tersebar di sejumlah pasar tradisional. Penempatan para pedagang nantinya bakal disesuaikan dengan fokus komoditas dan karakteristik pasar tujuan agar roda bisnis tetap berjalan optimal.
Dalam keterangannya, pihak pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk segera merangkul para pelaku usaha yang kehilangan tempat berdagang. "Hari ini akan mengajak dan mengundang rekan-rekan yang berjualan di PGS dengan jenis perdagangan kami untuk mempromosikan pasar-pasar kami, los-los kami, kios-kios kami yang masih kosong," ujar Respati pada Rabu (5/8/2026).
Strategi penataan ulang ini diharapkan dapat memberikan kepastian usaha bagi para pedagang yang terdampak sekaligus mengoptimalkan tingkat keterisian pasar daerah. Pemerintah Kota Solo pun terus berkoordinasi agar proses transisi tempat berdagang ini dapat berjalan dengan lancar.