TIMESINDONESIA.MY.ID - Warga Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan kreativitas luar biasa dalam mengolah limbah kulit durian yang sebelumnya terbuang percuma. Kini, sampah organik tersebut bertransformasi menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi menjanjikan.
Inisiatif ini mencakup pengolahan kulit durian menjadi serat. Serat ini kemudian dimanfaatkan secara multifungsi, mulai dari bahan isian bantal yang empuk, gantungan kunci yang unik, hingga menjadi media tanam yang ramah lingkungan.
Selain itu, bagian lain dari buah durian yang mungkin kurang diminati juga tidak luput dari sentuhan inovasi. Kulit durian diolah menjadi keripik yang renyah, biji durian diubah menjadi basreng yang lezat, dan durian berkualitas rendah disulap menjadi dodol yang manis.
Roniyah, selaku Ketua Pokdarwis Alasmalang, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kesadaran akan banyaknya limbah kulit durian yang dihasilkan setiap kali musim panen tiba.
"Daripada yang tadinya tidak ada nilai ekonomisnya sama sekali, dibuang dan bisa jadi sampah berbahaya, sekarang kami punya nilai ekonomisnya," ujar Roniyah.
Pernyataan tersebut disampaikan Roniyah saat ditemui di Pusat Edukasi Pengolahan Limbah Kulit Durian yang berlokasi di Desa Alasmalang.
Lebih lanjut, Roniyah menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan potensi masalah lingkungan.
"Kami melihat potensi besar dari limbah ini. Kami ingin mengubah pandangan bahwa durian hanya menghasilkan buahnya saja, namun kulitnya pun bisa memberikan manfaat," tambahnya.
Proses pengolahan yang dilakukan warga terbilang cukup sederhana namun efektif. Limbah kulit durian dikumpulkan, dibersihkan, lalu diolah melalui beberapa tahapan untuk menghasilkan serat dan produk olahan lainnya.