TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di salah satu desa telah mendorong Marthen Natonis untuk melakukan advokasi tanpa henti. Jalan yang nyaris putus menjadi gambaran nyata betapa sulitnya akses bagi warga di daerah tersebut.

Keterbatasan akses ini bahkan memaksa warga untuk berkreasi menciptakan tandu darurat. Kebutuhan akan sarana transportasi yang layak menjadi sangat mendesak, terutama dalam situasi darurat medis.

Menyadari kondisi tersebut, Marthen Natonis secara aktif memperjuangkan perbaikan infrastruktur desa. Ia melihat bahwa pembangunan jalan yang memadai bukan sekadar fasilitas, melainkan sebuah kebutuhan dasar yang vital bagi kehidupan masyarakat.

"Kami sangat membutuhkan jalan yang bagus, bukan hanya untuk akses transportasi tetapi juga untuk mengangkut hasil bumi dan kebutuhan pokok lainnya," demikian Marthen Natonis mengungkapkan keprihatinan mendalamnya.

Lebih lanjut, Marthen Natonis juga menyuarakan aspirasi warga terkait pentingnya ketersediaan ambulans desa. Keberadaan ambulans dinilai krusial untuk menunjang pelayanan kesehatan dan memastikan warga mendapatkan pertolongan medis tepat waktu.

"Seringkali warga kesulitan mendapatkan pertolongan pertama saat sakit karena tidak ada ambulans yang memadai," jelas Marthen Natonis tentang urgensi tersebut.

Perjuangan ini mencerminkan dedikasi Marthen Natonis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desanya. Ia berupaya keras agar desanya tidak tertinggal dan dapat menikmati fasilitas publik yang memadai.

Advokasi yang dilakukan Marthen Natonis diharapkan dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. Perbaikan infrastruktur dan penyediaan ambulans merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

Dikutip dari sumber berita, perjuangan Marthen Natonis ini menjadi potret nyata tantangan yang dihadapi banyak desa di Indonesia. Keterbatasan akses dan layanan dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pembangunan nasional.