TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, memberikan instruksi tegas kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Beliau meminta agar percepatan pendataan fasilitas umum yang terdampak gempa bumi dahsyat segera dilakukan.

Fokus utama pendataan ini meliputi sekolah dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan. Gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu telah meninggalkan jejak kerusakan yang perlu segera ditangani.

Pendataan yang akurat dan cepat ini akan menjadi pijakan penting bagi kementerian terkait. Hal tersebut dimaksudkan agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien tanpa penundaan.

"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD," ujar Mendagri Tito Karnavian saat melakukan peninjauan.

Beliau menekankan pentingnya kecepatan dalam proses ini. "Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," tegasnya saat berada di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin (17/8/2026).

Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memiliki rekam jejak yang sigap dalam menangani persoalan pendidikan di daerah-daerah yang dilanda bencana.

Sebagai gambaran, beliau mencontohkan penanganan pascabencana tanah longsor di Sumatera. Saat itu, tercatat sebanyak 4.922 sekolah mengalami kerusakan.

Namun, berkat penanganan yang cepat, kini hampir seluruh bangunan sekolah tersebut telah berhasil direhabilitasi dan direkonstruksi. Hal ini menjadi bukti kesigapan kementerian terkait dalam merespons kebutuhan pendidikan pascabencana.

Dikutip dari Kompas.com, instruksi Mendagri ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan normalisasi kegiatan belajar mengajar di Manggarai Timur.