TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah kebanggaan membentang di jantung Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Warga Dukuh Jetis, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, dengan bangga memamerkan Sang Merah Putih sepanjang 1,2 kilometer di sepanjang jalan lingkungan mereka.
Bendera raksasa ini bukan sekadar hiasan musiman, melainkan sebuah simbol perjuangan dan pengorbanan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Keberadaannya menjadi penanda kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-81.
Inisiator di balik proyek luar biasa ini adalah Juni Anggraswadi (68), seorang warga yang ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Ia melihat pemasangan bendera ini sebagai cara efektif untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, terutama bagi generasi muda.
Upaya warga untuk mewujudkan bendera sepanjang 1,2 kilometer ini memakan biaya yang tidak sedikit, mencapai belasan juta rupiah. Dana tersebut sepenuhnya berasal dari kontribusi sukarela masyarakat setempat.
"Kami mulai menabung Rp 5.000 per kepala keluarga sejak September 2025 lalu," ujar Juni Anggraswadi. Ia menjelaskan bahwa niat awal adalah untuk memeriahkan HUT RI tahun 2026 dengan cara yang berbeda.
Semangat kebersamaan menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. Dana yang terkumpul secara bertahap dari masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian dan rasa memiliki terhadap bangsa.
Bendera Merah Putih yang membentang di empat sisi jalan kampung ini menjadi saksi bisu kekompakan warga. Pemasangan ini bukan semata-mata kegiatan seremonial belaka.
Menurut Juni Anggraswadi, "Ini sebagai wujud penanaman cinta Tanah Air, khususnya bagi generasi muda agar senantiasa menghargai jasa para pahlawan." Ia berharap bendera ini dapat menjadi pengingat akan arti penting kemerdekaan.
Dana yang dihabiskan untuk pemasangan bendera sepanjang 1,2 kilometer ini menyentuh angka belasan juta rupiah, sebuah investasi kebanggaan bagi masyarakat Desa Pondok.