TIMESINDONESIA.MY.ID - Tragedi kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok masih menyisakan misteri. Hingga hari ketiga operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), keberadaan kapal nahas tersebut belum juga terdeteksi.

Peristiwa ini terjadi di wilayah laut Indonesia, menambah kompleksitas upaya pencarian. Kapal tersebut dilaporkan terbakar dan menghilang tanpa jejak di tengah perairan yang luas.

Pada hari ketiga operasi SAR, Jumat (14/8/2026), tim gabungan terus berupaya keras menemukan titik terang. Namun, pergeseran posisi kapal menjadi tantangan utama dalam operasi ini.

"Dari titik awal terbakar, dalam waktu 11 jam, dia bergeser 13,8 mil di titik kedua. Diperkirakan sampai dengan tadi pagi posisinya bergeser lagi 39 mil laut," jelas Rangga Aribowo, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, pada Jumat.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya pergerakan signifikan dari kapal pasca-kebakaran. Jarak pergeseran yang cukup jauh ini membuat tim SAR harus memperluas area pencarian.

Sebelumnya, sistem pelacakan otomatis KMP Putri Yasmin sempat memberikan gambaran terakhir lokasinya. Sistem tersebut terpantau berada di Barat Daya perairan Lombok.

Namun, pada pukul 21.02 Wita, sinyal dari sistem pelacakan otomatis tersebut mendadak mati. Hal ini menyebabkan kapal kehilangan jejak dan keberadaannya tidak dapat terdeteksi lagi.

"Dari titik awal terbakar, dalam waktu 11 jam, dia bergeser 13,8 mil di titik kedua. Diperkirakan sampai dengan tadi pagi posisinya bergeser lagi 39 mil laut," ujar Rangga Aribowo, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, pada Jumat.

Rangga Aribowo menambahkan, "Sistem pelacakan otomatis KMP Putri Yasmin terakhir terpantau berada di Barat Daya perairan Lombok."