TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim gabungan dokter forensik di Banyumas telah melakukan langkah krusial dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo dengan mengambil puluhan sampel organ tubuh jenazah untuk dianalisis di laboratorium.
Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari upaya mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian almarhum Sutrimo, yang jenazahnya diduga mulai mengalami pembusukan.
Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Ahmad Yudianto, menjelaskan bahwa pengambilan sampel mencakup area yang luas, dari bagian luar tubuh hingga organ-organ vital di dalamnya.
"Saya ambil sampel dari kepala sampai badan. Mulai dari kulit yang kami curigai di situ ada kelainan, juga termasuk swab, dan termasuk isi organ-organ dalam seperti lambung, dan jantung," ujar Prof. Yudianto saat konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Rabu (12/8/2026).
Prof. Yudianto menambahkan bahwa jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai puluhan, menunjukkan cakupan pemeriksaan yang komprehensif.
"Kalau tidak salah ada puluhan," tambahnya, mengindikasikan skala pengambilan sampel yang signifikan.
Proses pemeriksaan laboratorium terhadap sampel-sampel tersebut diprediksi akan memakan waktu yang cukup lama, yaitu antara dua hingga tiga minggu.
"Jadi perkiraan ini antara sekitar 2 sampai 3 minggu karena sampel-sampel," jelas Prof. Yudianto mengenai estimasi waktu penyelesaian.
Pemeriksaan laboratorium ini akan melibatkan tiga metode utama yang saling melengkapi untuk mendapatkan gambaran menyeluruh.