TIMESINDONESIA.MY.ID - Memasuki hari ketiga pencarian, tim gabungan memperluas area operasi untuk menemukan lima korban yang masih hilang dalam insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok. Kejadian nahas ini berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Rencana Operasi (Renops) SAR yang dikeluarkan oleh Kantor SAR Mataram menguraikan strategi penyisiran yang lebih luas pada hari ini. Upaya pencarian melibatkan pengerahan tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang ditugaskan untuk menemukan keberadaan para korban.

Untuk memaksimalkan jangkauan pencarian di permukaan laut, tim SAR gabungan telah mengerahkan dua armada penting. Kapal KN SAR 220 Mataram dan KAL Lembar dikerahkan untuk menyisir perairan Selat Lombok secara intensif.

Tak hanya di permukaan, pemantauan dan penyisiran juga dilakukan dari udara. Helikopter Finns SGi Air Bali dioperasikan untuk memperluas cakupan pencarian dan memberikan pandangan menyeluruh terhadap area yang dicurigai.

"Memasuki hari ketiga operasi SAR KMP Putri Yasmin ini, kami mengerahkan kekuatan secara maksimal melalui pembagian 3 SRU yang mencakup penyisiran permukaan laut menggunakan armada kapal dan pemantauan dari udara menggunakan helikopter Finns SGi Air Bali," ujar Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, dalam keterangan resminya.

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen tim SAR dalam menggunakan segala sumber daya yang tersedia untuk menemukan para korban. Pembagian tugas yang jelas antar unit diharapkan dapat mempercepat proses pencarian.

Pemerintah daerah melalui Kantor SAR Mataram terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan operasi berjalan efektif. Fokus utama tetap pada keselamatan dan penemuan korban yang belum ditemukan.

Pencarian intensif ini merupakan bukti keseriusan dalam menangani dampak insiden kebakaran kapal tersebut. Harapan besar tertuju pada keberhasilan tim SAR dalam menemukan semua korban yang masih dalam pencarian.

Dikutip dari Kompas.com, operasi SAR ini terus berlanjut dengan harapan segera menemukan titik terang mengenai keberadaan lima korban yang hilang.