TIMESINDONESIA.MY.ID - Pohon kurma di halaman Masjid Al Mubarok, Kota Mojokerto, tengah memasuki masa panen. Buah kurma muda yang dihasilkan menarik perhatian banyak orang, mendorong mereka untuk datang dan mengantre sejak dini hari.
Warga dari berbagai daerah, bahkan yang berjarak ratusan kilometer, rela meluangkan waktu demi mendapatkan kurma muda tersebut. Fenomena ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap khasiat kurma muda yang dipercaya dapat membantu program kehamilan.
Salah satu warga yang datang adalah Bagus Putra Hardianto, berusia 30 tahun, berasal dari Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia datang bersama sang istri dengan harapan besar.
Perjalanan mereka dimulai sejak Jumat, tanggal 7 Agustus 2026. Sesampainya di Mojokerto, mereka memilih untuk menginap di kediaman kerabat yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo.
"Ini sebagai salah satu ikhtiar atau usaha agar dikaruniai momongan," ujar Bagus Putra Hardianto, menjelaskan motivasi di balik kedatangannya dari Jawa Barat.
Kurma muda yang dibagikan secara gratis ini menjadi rebutan banyak pasangan yang sedang menanti kehadiran buah hati. Kepercayaan akan khasiatnya membuat kurma ini menjadi simbol harapan.
Antusiasme warga yang membludak tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga merambah hingga ke luar pulau. Tercatat ada warga dari Jawa Barat dan bahkan Kalimantan Timur yang turut serta dalam antrean panjang ini.
Fenomena ini menggambarkan betapa kuatnya keyakinan masyarakat terhadap tradisi dan kepercayaan lokal yang diwariskan turun-temurun terkait kesuburan.
Dikutip dari Kompas.com, Masjid Al Mubarok di Kota Mojokerto menjadi pusat perhatian berkat panen kurma muda yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat luas.