TIMESINDONESIA.MY.ID - Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, sebuah ikon keagamaan baru di Jawa Tengah, terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru. Tak hanya umat yang ingin beribadah, namun juga rombongan yang menggunakan bus wisata.

Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung, termasuk para pengemudi bus, sebuah area parkir khusus telah disiapkan. Lokasi ini berada di kawasan eks Detasemen Pembekalan dan Angkutan (Denbekang) IV-44-04/Solo, tepat di sebelah barat kompleks masjid.

Area parkir ini dikelola oleh warga sekitar yang memahami kebutuhan para sopir bus. Mereka menyediakan tempat yang aman dan nyaman, jauh dari hiruk pikuk jalan raya.

Banyak bus wisata yang berasal dari luar Kota Solo, bahkan dari luar Pulau Jawa, memilih tempat ini sebagai titik singgah. Hal ini dikarenakan pentingnya kenyamanan bagi para pengemudi setelah menjalankan tugasnya.

"Memang kebanyakan sopir bus itu nyari kenyamanan, bukan di pinggir jalan," ujar Kokok (47), salah seorang warga yang terlibat dalam pengelolaan parkir. Menurutnya, kenyamanan adalah prioritas utama bagi mereka.

Para sopir bus tersebut datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang berasal dari Kalimantan. Bagi mereka, tempat ini menjadi solusi untuk beristirahat dengan tenang sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

"Karena dia luar kota, yang dari Kalimantan seperti itu, luar Jawa. Ke sini dia nyarinya istirahat," tambah Kokok. Pernyataannya ini menyoroti pentingnya fasilitas pendukung bagi para pekerja sektor pariwisata.

Bahkan, beberapa rombongan bus tercatat pernah menginap selama dua hari di area parkir tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi ini tidak hanya sekadar tempat parkir, melainkan juga menjadi semacam "rumah singgah" sementara.

"Memang kebanyakan sopir bus itu nyari kenyamanan, bukan di pinggir jalan. Karena dia luar kota, yang dari Kalimantan seperti itu, luar Jawa. Ke sini dia nyarinya istirahat," ujar Kokok, menekankan kembali pentingnya fasilitas yang memadai bagi para pengemudi bus wisata.