TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam ini menimbulkan kekhawatiran meluas terkait dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk pertanian.

Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) segera bergerak cepat dengan menyiapkan serangkaian bantuan komprehensif. Bantuan ini ditujukan khusus bagi para petani yang mengalami kerugian pada lahan pertanian serta sarana produksi, termasuk alat pertanian, akibat guncangan hebat tersebut.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, secara langsung memberikan jaminan bahwa pemerintah pusat akan bertanggung jawab penuh atas segala biaya yang timbul untuk perbaikan. Komitmen ini mencakup pemulihan area persawahan yang terdampak kerusakan.

Perbaikan juga akan difokuskan pada infrastruktur pendukung pertanian, seperti jaringan irigasi tersier. Ini menjadi krusial demi memastikan kelangsungan aktivitas pertanian pascagempa.

"Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier dan sawah akan diperbaiki dan ditanggung oleh pemerintah pusat. Kami yang jamin," demikian pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menegaskan keseriusan pemerintah dalam penanganan.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Amran saat dirinya melakukan kunjungan ke Posko Barangkolong yang berlokasi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Amran juga turut menyerahkan bantuan pangan yang sangat dibutuhkan oleh warga yang menjadi korban terdampak langsung dari gempa bumi tersebut.

Selain perbaikan fisik lahan dan irigasi, Kementan juga berkomitmen untuk mengganti sejumlah sarana produksi pertanian milik para petani. Alat-alat pertanian yang rusak akibat gempa akan segera diganti untuk memulihkan produktivitas mereka.

Dikutip dari Kompas.com, kehadiran dan pernyataan Menteri Pertanian ini memberikan angin segar bagi para petani di Flores yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana alam.