TIMESINDONESIA.MY.ID - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) telah mengumumkan pembukaan layanan pengiriman bantuan kemanusiaan secara gratis. Langkah ini diambil untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung oleh gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fasilitas tanpa biaya ini dirancang khusus untuk mempermudah berbagai pihak, mulai dari masyarakat umum, lembaga sosial, komunitas, hingga instansi pemerintah. Tujuannya adalah agar kebutuhan dasar bagi para korban bencana dapat tersalurkan dengan lebih cepat dan efisien.

Melalui program ini, PELNI siap menerima berbagai jenis bantuan yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut nantinya akan diangkut menggunakan armada kapal penumpang PELNI yang beroperasi sesuai dengan trayek reguler yang telah ditetapkan.

Hana Suhardi, yang menjabat sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut sekaligus memimpin Tim Posko Bantuan PELNI untuk NTT, menjelaskan makna di balik inisiatif ini. Pembebasan biaya pengiriman tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam upaya penanganan bencana di wilayah NTT.

"PELNI membuka akses pengiriman bantuan secara gratis agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih mudah," ujar Hana Suhardi. Ia menambahkan, "Kami siap memanfaatkan jaringan pelayaran PELNI untuk membantu mempercepat distribusi logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak." Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Layanan gratis ini diharapkan dapat meringankan beban para donatur dan memastikan bantuan sampai ke tangan para penyintas bencana di NTT. Jaringan luas PELNI menjadi kunci dalam mempercepat proses logistik kemanusiaan.

Adanya program pengiriman gratis ini juga menunjukkan komitmen PELNI dalam mendukung program pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam merespons situasi darurat. Sinergi ini penting untuk pemulihan pasca-bencana.

Semua bantuan yang terkumpul akan segera diangkut menggunakan kapal PELNI, memanfaatkan rute pelayaran yang sudah ada. Hal ini meminimalkan biaya operasional pengiriman dan memaksimalkan jangkauan bantuan.

Dikutip dari Kompas.com, program ini membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam meringankan penderitaan warga NTT. Kehadiran PELNI menjadi jembatan logistik yang krusial di masa sulit ini.