TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim gabungan dari Satuan Reskrim Polres Jayawijaya dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penembakan yang menimpa dua warga sipil. Peristiwa ini terjadi di dekat pintu masuk utama Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Fokus utama dari penyelidikan ini adalah untuk mengumpulkan berbagai petunjuk krusial yang berkaitan langsung dengan insiden penembakan tersebut. Pendekatan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi kejadian, posisi serta kondisi kendaraan korban, dan barang bukti yang berhasil diamankan di sekitar area TKP.
"Olah TKP tersebut untuk mengumpulkan petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," jelas Kepala Satgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, petugas kepolisian berhasil menemukan jejak yang mengindikasikan adanya bekas tembakan. Ditemukan pula serpihan proyektil pada salah satu kendaraan korban, sebuah unit Mitsubishi Triton dengan nomor polisi PA 8418 Z.
Temuan ini menunjukkan adanya tiga titik bekas tembakan pada kendaraan tersebut. Dua titik ditemukan pada bagian pintu pengemudi, sementara satu titik lagi teridentifikasi pada bagian depan kendaraan, tepatnya di area kap mesin.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa pelaku penembakan ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga berada di bawah pimpinan Egianus Kogoya. Dugaan ini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kasus lebih lanjut.
Pendekatan investigatif yang dilakukan oleh tim gabungan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pelaku dapat segera teridentifikasi dan pertanggungjawaban hukum dapat ditegakkan. Pengamanan lokasi dan pengumpulan bukti yang cermat menjadi kunci dalam mengungkap motif di balik aksi penembakan ini.
"Pemeriksaan meliputi lokasi kejadian, posisi kendaraan korban, kondisi kendaraan, serta sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar TKP," papar Kombes Pol Yusuf Sutejo.
Melalui proses olah TKP yang detail ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi kejadian. Hal ini juga akan membantu dalam upaya pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang, terutama di area yang menjadi pusat kegiatan masyarakat seperti festival budaya.