• TIMESINDONESIA.MY.ID - Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Papua harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan.

"Pembangunan di Papua harus dilakukan secara seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia (SDM)," kata Alexander Marwata dalam acara "Dialog Pembangunan Papua" yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) di Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Menurut Alexander, pembangunan fisik yang masif tanpa dibarengi peningkatan kualitas pendidikan akan percuma. "Kita bangun jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara, tetapi jika SDM-nya tidak siap, maka tidak akan bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," ujarnya.

Ia mencontohkan, banyak proyek pembangunan di Papua yang akhirnya mangkrak karena tidak ada SDM lokal yang mampu mengoperasikan dan merawatnya. "Pembangunan infrastruktur di Papua perlu didukung oleh pendidikan yang berkualitas agar masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam pembangunan tersebut," katanya.

Alexander juga menyinggung soal korupsi yang masih marak terjadi di Papua. Ia mengatakan bahwa KPK akan terus berupaya memberantas korupsi di wilayah tersebut.

"Kami berkomitmen untuk terus memberantas korupsi di Papua, karena korupsi dapat menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Menurut Alexander, peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi. "Kami mengajak masyarakat Papua untuk bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan dan melaporkan jika menemukan indikasi korupsi," katanya.

Ia berharap agar pemerintah daerah di Papua dapat mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat undang-undang. "Pemerintah daerah di Papua harus lebih memprioritaskan alokasi anggaran pendidikan agar kualitas pendidikan di Papua dapat meningkat," ujarnya.

Alexander juga berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada guru-guru di Papua. "Guru-guru di Papua perlu mendapatkan perhatian lebih, baik dari segi kesejahteraan maupun peningkatan kompetensi," katanya.