TIMESINDONESIA.MY.ID - Suasana pagi di kawasan pesisir Kabupaten Berau mendadak diwarnai duka akibat peristiwa yang menimpa satwa laut dilindungi. Pesisir pantai RT 3, Desa Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi tempat ditemukannya seekor penyu hijau (Chelonia mydas) dalam kondisi tak bernyawa. Dikutip dari Kompas.com, penemuan ini terjadi saat petugas patroli melakukan penyisiran rutin di sepanjang garis pantai.
Kondisi bangkai penyu hijau tersebut sangat memprihatinkan karena mengalami luka sayatan pada bagian perutnya. Luka parah tersebut menguatkan dugaan bahwa satwa langka tersebut sengaja dibunuh oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pelaku diduga membunuh penyu betina ini saat hewan tersebut sedang bersiap untuk bertelur di pesisir.
Tindakan ilegal ini ditengarai bertujuan untuk mengambil telur-telur yang masih berada di dalam tubuh penyu. Peristiwa tragis ini mengejutkan warga setempat mengingat penyu hijau merupakan hewan yang sangat dilindungi keberadaannya. Aksi perburuan liar semacam ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan populasi satwa pesisir di wilayah tersebut.
Penemuan bangkai penyu malang ini berawal saat Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Balikukup menjalankan agenda penyisiran wilayah. Petugas menggelar patroli di kawasan pesisir pantai pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Di tengah pemantauan rutin itu, tim pengawas menemukan indikasi keberadaan penyu di area pasir.
Koordinator Pokmaswas Balikukup, Suriyadi, bersama anggotanya menemukan jejak pergerakan penyu di sepanjang hamparan pasir. Jejak tersebut membentang mengarah kembali ke perairan laut di sekitar lokasi patroli. Penelusuran pada jejak tersebut akhirnya membawa tim menemukan kondisi penyu yang sudah tidak bernyawa.
"Saya menemukan jejak penyu di sepanjang pasir pantai yang mengarah kembali ke laut," kata Suriyadi. Penjelasan ini menggambarkan momen awal pemantauan hingga akhirnya bangkai penyu hijau tersebut ditemukan oleh tim pengawas.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian serius dari berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan laut. Pengawasan dan pemantauan di wilayah pesisir Desa Balikukup rencananya akan diperketat guna mengantisipasi kejadian serupa. Kesadaran masyarakat sekitar juga terus dibangun agar satwa langka tidak menjadi sasaran perburuan liar.
Upaya perlindungan penyu hijau di kawasan pesisir Kalimantan Timur memerlukan sinergi yang kuat antara warga dan petugas. Keberadaan penyu sebagai bagian penting dari ekosistem laut harus dijaga demi kelestarian alam masa depan. Diharapkan aksi perusakan dan pembunuhan satwa dilindungi ini dapat ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.