TIMESINDONESIA.MY.ID - Polda Lampung bersama dengan jajaran kepolisian di tingkat polres dan polresta telah mengambil langkah sigap untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan yang diprediksi melanda pada musim kemarau tahun 2026.

Langkah-langkah antisipatif ini mencakup penyediaan dan penyiagaan personel serta peralatan yang memadai. Selain itu, upaya penguatan patroli dan deteksi dini juga terus ditingkatkan untuk memantau potensi bahaya secara lebih efektif.

Peningkatan kesadaran masyarakat melalui program edukasi juga menjadi prioritas, terutama di wilayah-wilayah yang dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap terjadinya Karhutla.

Data terkini dari Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung menunjukkan adanya sebanyak 1.070 titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Lampung sepanjang periode 1 Januari hingga 30 Juli 2026.

Dari total jumlah hotspot yang terdeteksi tersebut, mayoritas atau sebanyak 1.005 titik masuk dalam kategori medium. Sementara itu, terdapat 43 titik yang dikategorikan sebagai high confidence, menandakan tingkat potensi kebakaran yang lebih tinggi.

"Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian di Lampung," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari.

"Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian di Lampung," demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari.

Pihak kepolisian terus berupaya memaksimalkan fungsi deteksi dini dan patroli rutin guna meminimalisir risiko terjadinya kebakaran yang lebih luas di tengah kondisi cuaca yang kering.

Upaya pencegahan yang dilakukan juga melibatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait dan elemen masyarakat untuk menciptakan sinergi dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan.