TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa kekerasan terjadi di Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 2 Agustus 2026, ketika seorang pria asal Bantul melakukan penusukan terhadap temannya sendiri. Insiden ini dipicu oleh perselisihan yang timbul dari proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang belum menemui titik terang.

Pelaku penusukan diidentifikasi sebagai Moh Bintang Pandu Gunawan, berusia 30 tahun, yang berasal dari Bantul. Ia menikam paha Herman Hasiholan (35), warga Klaten, menggunakan pisau lipat. Kejadian ini berlangsung di sebuah perumahan di Kecamatan Prambanan, Klaten.

Menurut Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, insiden penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasi penusukan adalah di kediaman korban, Herman Hasiholan.

Sebelum insiden penusukan terjadi, saksi bernama Muhammad Fachreza Habibie, yang akrab disapa Reza, mengajak Bintang untuk mendatangi rumah Herman. Kunjungan ini tampaknya terkait dengan persoalan pribadi antara Bintang dan Herman.

Ternyata, Bintang memiliki urusan yang belum terselesaikan dengan Herman. Urusan tersebut berkaitan dengan pembayaran upah tenaga kerja atau tukang yang belum kunjung diselesaikan oleh Herman.

"Kebetulan, Bintang juga memiliki urusan dengan Herman terkait pembayaran tenaga atau tukang yang belum diselesaikan," demikian keterangan yang disampaikan.

Peristiwa penusukan ini terjadi setelah keduanya terlibat dalam diskusi mengenai kelanjutan proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Proyek tersebut diketahui belum selesai dan menjadi sumber ketegangan di antara mereka.

"Penusukan terjadi setelah keduanya membahas pekerjaan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang belum selesai," demikian informasi yang diperoleh.

Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik yang timbul akibat sengketa proyek yang tidak diselesaikan tepat waktu, menunjukkan adanya dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh masalah administrasi dan keuangan dalam sebuah pembangunan.