TIMESINDONESIA.MY.ID - Sejumlah ratusan gempa susulan dilaporkan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa utama bermagnitudo 7,7 yang terjadi beberapa waktu lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas seismik di daerah tersebut.
Menurut catatan BMKG, tercatat sebanyak 1.598 gempa susulan yang terjadi di wilayah NTT. Jumlah ini menunjukkan adanya dinamika tektonik yang signifikan di kawasan tersebut setelah guncangan awal yang kuat.
Gempa susulan ini merupakan respons alamiah dari kerak bumi yang berusaha kembali ke kondisi keseimbangan setelah terjadi pelepasan energi yang besar. Fenomena ini umum terjadi pasca gempa besar.
BMKG secara aktif terus memantau setiap pergerakan dan aktivitas gempa susulan yang terjadi. Pemantauan ini penting untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan instansi terkait.
"Sampai dengan hari Minggu (19/12) pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1.598 gempa susulan," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa data yang dihimpun oleh BMKG terus diperbarui untuk memberikan gambaran akurat mengenai situasi pasca gempa.
"Gempa bumi susulan tersebut tercatat terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur," tambah Dwikorita Karnawati.
Informasi lokasi gempa susulan ini penting untuk diketahui oleh masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
"Sebanyak 1.598 gempa susulan dan 17 di antaranya dirasakan oleh masyarakat," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.