TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah memicu respons cepat dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT). Lembaga kepolisian ini tidak tinggal diam melihat dampak bencana tersebut.

Sebagai bentuk kesigapan, Polda NTT telah mengerahkan sebanyak 845 personel untuk diterjunkan ke area-area yang terdampak langsung oleh guncangan gempa. Upaya ini dilakukan demi memberikan bantuan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan.

Rincian personel yang dikerahkan menunjukkan pembagian tugas yang terstruktur. Sebanyak 168 personel berasal langsung dari kesatuan Polda NTT, menunjukkan fokus perhatian dari tingkat provinsi.

Sementara itu, mayoritas kekuatan diturunkan dari tingkat Polres jajaran. Sebanyak 677 personel Polres telah ditugaskan untuk bergerak cepat di lapangan, mendekatkan bantuan kepada para korban.

Tak hanya dari unsur kepolisian, penanganan bencana ini juga melibatkan kolaborasi lintas instansi. Sebanyak 821 personel dari berbagai lembaga dan dinas terkait turut serta dalam upaya penanganan di lokasi gempa.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan tujuan utama dari pengerahan pasukan ini. "Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak," ujar Henry, Sabtu malam.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengerahan personel ini adalah wujud nyata dari respons cepat kepolisian. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada warga yang terdampak bencana gempa bumi.

"Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Keberadaan personel gabungan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban para korban gempa. Fokus pada evakuasi dan pelayanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam misi kemanusiaan ini.