TIMESINDONESIA.MY.ID - Setiap pagi, sebelum mentari sepenuhnya terbit dan aktivitas perkantoran dimulai, Yan Budi Nugroho telah memulai perjalanannya. Rutinitas ini ia jalani dengan penuh dedikasi, menyusuri jalanan desa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dirinya bukanlah sekadar seorang pegawai biasa. Yan Budi Nugroho mengemban tugas sebagai pegawai non-ASN di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemerintah Kabupaten Purworejo. Namun, dedikasinya melampaui tanggung jawab kedinasan.

Perjalanan yang ditempuhnya terkadang mencapai belasan kilometer. Tujuannya bukan untuk urusan pekerjaan resmi, melainkan untuk menyambangi rumah-rumah anak yatim dan duafa.

Selama bertahun-tahun, anak-anak ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Ia secara aktif memberikan perhatian dan pendampingan.

Kini, tercatat ada sekitar 30 anak yatim dan duafa yang secara rutin mendapatkan sentuhan kasih dan dukungan dari Yan Budi Nugroho.

"Setiap pagi, setelah menunaikan shalat Subuh, Yan Budi Nugroho tidak selalu langsung berangkat menuju tempat kerjanya di pusat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah," demikian dijelaskan dalam artikel asli.

Pria yang bekerja sebagai pegawai non-ASN di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemerintah Kabupaten Purworejo itu kerap menyusuri jalan-jalan desa. Hal ini menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan misi sosialnya.

"Tak jarang, belasan kilometer ia susuri," ungkap sumber berita, menggambarkan jarak yang ia tempuh demi bertemu anak-anak asuhnya.

Tujuannya bukan sekadar menjalankan pekerjaan kedinasan. Pernyataan ini menegaskan bahwa motivasinya murni berasal dari hati.