TIMESINDONESIA.MY.ID - Gunung Ibu, yang berlokasi di Provinsi Maluku Utara, dilaporkan kembali mengalami erupsi pada hari Senin, 15 April 2024. Peristiwa ini ditandai dengan keluarnya kolom abu vulkanik yang membubung tinggi ke atmosfer.
Kolom abu yang disemburkan oleh Gunung Ibu pada erupsi kali ini dilaporkan mencapai ketinggian 1.525 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini menjadi salah satu indikator aktivitas vulkanik yang sedang terjadi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan lembaga yang memantau aktivitas gunung berapi di Indonesia, termasuk Gunung Ibu. Laporan aktivitas ini dirilis berdasarkan pengamatan langsung oleh petugas.
Status aktivitas Gunung Ibu saat ini masih berada pada level Waspada (Level II). Hal ini mengindikasikan bahwa gunung berapi tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas yang memerlukan perhatian dan kewaspadaan dari masyarakat sekitar.
"Tinggi kolom asap tebal warna kelabu, coklat, dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal membubung ke arah barat laut," demikian deskripsi mengenai visual erupsi yang terekam dalam laporan PVMBG.
Erupsi ini juga disertai dengan suara gemuruh yang terdengar hingga pos pengamatan gunung. Suara gemuruh ini menjadi salah satu tanda bahwa aktivitas di dalam perut gunung sedang meningkat.
"Teramati erupsi G. Ibu pada hari Senin, 15 April 2024, pukul 00:11 WIT," demikian informasi yang tercatat mengenai waktu kejadian erupsi tersebut.
Petugas pengamat Gunung Ibu mencatat bahwa erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 30 detik. Data seismograf ini memberikan gambaran teknis mengenai kekuatan erupsi.
Meskipun terjadi erupsi, PVMBG masih mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan. Aktivitas vulkanik berpotensi menimbulkan dampak yang perlu diantisipasi.