TIMESINDONESIA.MY.ID - Masalah pencemaran air lintas wilayah kembali menjadi perhatian setelah aliran Kali Bekasi mengalami penurunan kualitas air secara signifikan. Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya mengindikasikan bahwa sumber utama pencemaran sungai tersebut didominasi dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor. Dikutip dari Kompas.com, tuduhan ini langsung mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Pemerintah Kota Bekasi menilai fenomena perubahan warna air Kali Bekasi menjadi hitam bukan merupakan kejadian baru. Pihak Pemkot Bekasi mencatat bahwa pencemaran serupa kerap berulang setiap kali memasuki musim kemarau sejak tahun 2019, dengan tuduhan limbah rata-rata dipasok dari wilayah tetangganya.
Dugaan pencemaran ini kembali mencuat ke publik setelah aliran Sungai Cileungsi di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Aliran sungai tersebut terlihat menghitam pekat dan mengeluarkan aroma bau menyengat sejak Senin (27/7/2026).
Dampak dari kontaminasi di aliran Sungai Cileungsi tersebut tidak berhenti di kawasan hulu saja. Polutan cair yang mengalir mengikuti arus air tersebut akhirnya bermuara dan berimbas secara langsung pada kondisi kebersihan Kali Bekasi.
Menanggapi tuduhan dari Pemkot Bekasi, pihak DLH Kabupaten Bogor menekankan pentingnya verifikasi fakta secara akurat. Pihaknya menyatakan tidak dapat serta-merta mengonfirmasi klaim tersebut tanpa didasari pengujian lapangan yang objektif.
"Pihak kami tidak bisa membenarkan klaim tersebut sebelum ada pembuktian yang jelas mengenai dari mana sumber pencemaran itu berasal," kata Teuku Mulya.
"Penetapan asal muasal limbah ini harus dapat dibuktikan secara transparan melalui hasil pemeriksaan bersama," ujar Teuku Mulya.
Analisis pengelolaan lingkungan menunjukkan bahwa persoalan pencemaran sungai lintas daerah membutuhkan pendekatan sistematis dan integratif. Sinergi investigasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bekasi menjadi langkah krusial guna menghentikan siklus pencemaran tahunan ini secara permanen.