TIMESINDONESIA.MY.ID - Seorang siswa di Kota Padang, Sumatera Barat, terpaksa berpindah sekolah sebanyak dua kali akibat dugaan perundungan yang dialaminya. Peristiwa ini mencuat setelah adanya laporan mengenai perlakuan tidak menyenangkan yang dialami oleh siswa berinisial SA.

Dugaan perundungan ini tidak hanya berasal dari sesama siswa, tetapi juga melibatkan seorang tenaga pendidik. Kejadian pertama kali terjadi saat SA masih menempuh pendidikan di SMAN 4 Kota Padang.

Ibu korban, yang diidentifikasi sebagai M, mengungkapkan bahwa perundungan yang dialami putrinya terjadi dalam dua bentuk. Selain perlakuan dari siswa, SA juga diduga mengalami kekerasan fisik dari oknum guru.

Dampak dari perundungan tersebut menyebabkan SA mengalami trauma psikologis yang mendalam. Kondisi ini kemudian mendorong M untuk mengambil keputusan memindahkan anaknya ke sekolah lain.

"Di SMAN 4 Padang, anak saya mengalami kekerasan berupa fisik oleh oknum guru, yaitu penamparan. Sampai saya mendatangi pihak sekolah untuk mendapatkan klarifikasi," ujar M, Rabu (11/8/2026).

Akibat tindak perundungan yang diduga terjadi di SMAN 4 Padang, proses mediasi antara pihak sekolah dan orang tua korban pun dilakukan. Mediasi ini bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Setelah pindah ke SMAN 2 Padang, M berharap putrinya dapat melanjutkan pendidikan dengan tenang tanpa adanya gangguan serupa. Namun, detail mengenai apakah perundungan kembali terjadi di sekolah baru tidak dijelaskan lebih lanjut.

Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai pentingnya perlindungan siswa di lingkungan sekolah dan penanganan kasus perundungan yang efektif. Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh peserta didik.

Dikutip dari Kompas.com, informasi mengenai dugaan perundungan ini menjadi perhatian publik di Kota Padang. Penyelidikan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengungkap akar permasalahan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.