TIMESINDONESIA.MY.ID - Kabut tebal dan hembusan angin dingin di ketinggian Gunung Bawakaraeng menjadi saksi ribuan pencinta alam yang memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat begitu luar biasa untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak gunung legendaris yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pencatatan resmi dari posko siaga gabungan, tercatat sebanyak 3.273 orang pendaki memadati berbagai jalur pendakian sejak beberapa hari sebelum perayaan 17 Agustus. Jalur pendakian via Lembanna dipadati rombongan pemuda yang berniat merayakan momen bersejarah bangsa di alam bebas.

Di balik kekhidmatan upacara bendera di atas awan, kondisi cuaca yang cukup menantang menuntut ketahanan fisik para pendaki. Suhu dingin menusuk serta kelelahan di jalur berbatu membuat sejumlah rombongan mengalami masalah kesehatan yang memerlukan penanganan segera.

Tim SAR gabungan yang bertugas berhasil mengevakuasi sedikitnya 26 orang pendaki dari sejumlah titik pos pendakian. Mayoritas dari mereka mengalami penurunan suhu tubuh drastis atau hipotermia, dislokasi sendi, hingga kelelahan akut saat perjalanan turun.

"Tim SAR gabungan telah disiagakan di beberapa pos pendakian strategis untuk mengantisipasi potensi darurat dan langsung memberikan pertolongan medis bagi pendaki yang membutuhkan," ujar Mexianus Bekabel.

Proses evakuasi dilakukan secara estafet oleh personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, dan komunitas relawan pecinta alam. Medan yang terjal dan suasana malam yang gelap tidak menyurutkan komitmen tim untuk membawa seluruh korban menuju posko induk dengan aman.

"Kami senantiasa mengimbau seluruh masyarakat agar mempersiapkan fisik dan perlengkapan standar secara matang sebelum melakukan aktivitas pendakian di gunung," kata Mexianus Bekabel.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah menerima penanganan medis pertama di posko Lembanna dan dipastikan berada dalam kondisi stabil. Dikutip dari Basarnas Makassar, operasi siaga merah putih di kawasan pegunungan tersebut ditutup setelah seluruh pendaki terpantau turun dengan selamat.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google