TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa tanah longsor mengejutkan warga Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (7/8/2026) dini hari.

Bencana alam ini mengakibatkan empat unit rumah warga dilaporkan ambruk dan terseret arus Sungai Mahakam. Selain itu, satu unit mobil pikap dan sekitar 30 unit sepeda motor turut menjadi korban.

Sebelum kejadian tanah ambles, para penduduk setempat lebih dulu mendengar suara retakan yang mengkhawatirkan. Suara tersebut disusul dengan gemuruh yang semakin intens.

Peristiwa ini juga ditandai dengan pergeseran kabel yang melintang di badan jalan, menambah kepanikan warga. Situasi semakin mencekam dengan robohnya sebuah jembatan kayu di sekitar lokasi kejadian.

Namun, berkat kesigapan dan kesadaran warga terhadap tanda-tanda alam yang muncul, tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor ini.

Salah seorang warga, Jumannah, tercatat sebagai orang pertama yang menyadari adanya indikasi awal terjadinya longsor. Ia mendengar suara-suara yang tidak biasa dari dalam tanah.

"Saya mendengar suara retakan yang cukup keras, lalu disusul suara gemuruh yang semakin dekat," ujar Jumannah, menceritakan detik-detik sebelum bencana terjadi.

Peran warga dalam memberikan peringatan dini menjadi kunci utama keselamatan. Kesadaran akan potensi bahaya memungkinkan evakuasi dilakukan sebelum longsor terjadi secara total.

"Untungnya kami cepat sadar ada yang tidak beres, jadi semua orang bisa segera menjauh dari rumah," kata Jumannah, menekankan pentingnya kewaspadaan.