TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengambil langkah proaktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoperasikan tiga unit pesawat yang dimodifikasi khusus untuk operasi modifikasi cuaca.

Pesawat-pesawat ini memiliki peran krusial dalam upaya meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak oleh karhutla.

Tujuan utama dari pengerahan armada udara ini adalah untuk menyemai awan menggunakan garam, sebuah metode yang diharapkan dapat memperbesar peluang turunnya hujan di daerah-daerah yang sangat membutuhkannya.

"Pemprov dalam hal ini mendapatkan OMC, pesawat untuk semai hujan pakai garam. Ada tiga pesawat, dua kita serahkan ke Ketapang, satu untuk siaga di Pontianak," ujar Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Menurut keterangan Gubernur Kalbar, dari total tiga pesawat yang diterjunkan, dua di antaranya dialokasikan ke Kabupaten Ketapang. Penempatan ini dilakukan untuk memberikan dukungan maksimal dalam penanganan karhutla yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Sementara itu, satu unit pesawat lainnya disiagakan di Pontianak. Keberadaan pesawat di ibu kota provinsi ini berfungsi sebagai cadangan dan siap digerakkan jika diperlukan di lokasi lain yang membutuhkan intervensi modifikasi cuaca.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Pemprov Kalbar dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di musim kemarau.

Melalui teknologi penyemaian awan, diharapkan dapat tercipta hujan buatan yang efektif memadamkan titik api dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

"Ada tiga pesawat, dua kita serahkan ke Ketapang, satu untuk siaga di Pontianak," kata Ria Norsan.