TIMESINDONESIA.MY.ID - Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh tim gabungan di perairan Selat Sunda. Langkah ini diambil menyusul hilangnya lima orang jurnalis yang sebelumnya bertugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dikutip dari Polda Banten, pihak Basarnas telah menggerakkan kapal khusus untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Upaya pencarian ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan di wilayah perairan tersebut.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini fokus melakukan pencarian terhadap seluruh rombongan yang hilang. Fokus utama tim adalah menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir keberadaan para jurnalis.
"Dalam pencarian tersebut, sebanyak 23 personel terlibat, terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten," ujar Kombes Maruli Hutapea.
Prosedur pencarian dilakukan secara sistematis dengan mengerahkan dukungan armada laut yang memadai. Kapal KN Tetuka milik Basarnas menjadi tulang punggung dalam misi penyelamatan ini.
"Pencarian juga didukung dengan penggunaan Kapal Basarnas KN Tetuka yang bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju wilayah perairan Carita dan selanjutnya ke lokasi pencarian," kata Kombes Maruli Hutapea.
Kejadian ini bermula pada Selasa (8/9/2026) ketika rombongan jurnalis tersebut sedang menjalankan tugas peliputan di sekitar kawasan Selat Sunda. Mengingat kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang tidak menentu, tim SAR mengimbau agar masyarakat dan pihak terkait tetap waspada.
Operasi ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil dalam kurun waktu tiga hari masa pencarian. Seluruh instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan para korban yang hilang di tengah laut.