TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden tragis mengguncang Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara, pada Minggu (9/8/2026), ketika sebuah ajang balap drag race berakhir dengan hilangnya delapan nyawa penonton. Peristiwa memilukan ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai perizinan dan penyelenggaraan acara tersebut.

Menanggapi situasi yang terjadi, salah seorang panitia yang enggan disebutkan namanya dengan inisial SP angkat bicara mengenai status perizinan acara. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan drag race tersebut telah melalui prosedur yang semestinya.

Menurut SP, permohonan izin resmi untuk menggelar ajang balap ini telah diajukan kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara jauh sebelum acara dimulai. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan legalitas kegiatan.

"Izinnya dari Polda Sulut, kalau di Polres Kotamobagu hanya pengamanan," ujar SP, menjelaskan pembagian tugas dan kewenangan dalam perizinan acara tersebut.

Lebih lanjut, SP membeberkan bahwa koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu. Koordinasi ini difokuskan pada aspek pengamanan demi menjamin keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam acara drag race.

SP menerangkan bahwa persiapan untuk ajang drag race di Kotamobagu ini telah memakan waktu yang cukup panjang. Perencanaan dan berbagai persiapan teknis telah dilakukan sejak kurang lebih empat bulan sebelum tanggal pelaksanaan acara.

"Izinnya dari Polda Sulut, kalau di Polres Kotamobagu hanya pengamanan," ujar SP, mengutip pernyataannya kepada TribunManado pada Senin (10/8/2026).

Pernyataan SP ini menunjukkan bahwa dari sisi administrasi perizinan, panitia telah berupaya memenuhi kewajiban yang ada. Namun, insiden tragis yang terjadi tetap menjadi sorotan utama dalam evaluasi penyelenggaraan acara tersebut.

Pihak panitia, melalui SP, menekankan bahwa proses perizinan telah ditempuh sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini terindikasi dari pengajuan permohonan izin yang dilakukan kepada Polda Sulut sebelum kegiatan balap dilaksanakan.