TIMESINDONESIA.MY.ID - Suasana malam yang seharusnya tenang di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pecah pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketenangan itu mendadak berubah menjadi horor akibat insiden berdarah di sebuah rumah warga.

Jeritan histeris seorang anak memecah keheningan malam, menjadi saksi bisu kekerasan yang merenggut nyawa ibunya. Anak tersebut berlari keluar rumah, mencari pertolongan dari warga sekitar.

Ia menyaksikan langsung ibunya, D (29), dianiaya hingga tewas oleh ayahnya sendiri, AR (35). Peristiwa tragis ini berakar dari persoalan rumah tangga yang berujung pada hilangnya dua nyawa dalam satu malam.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pauh, Iptu H Simangunsong, mengonfirmasi bahwa laporan awal mengenai dugaan pembunuhan ini diterima dari warga setempat. Warga mendengar teriakan minta tolong yang berasal dari anak korban.

"Anak korban berteriak meminta pertolongan kepada warga dengan mengatakan bahwa ibunya dibunuh oleh ayahnya," ujar Iptu H Simangunsong. Pernyataan ini merujuk pada kesaksian langsung anak korban yang memicu respons cepat dari masyarakat.

Mendengar teriakan tersebut, warga segera bergegas mendatangi lokasi kejadian di dalam rumah korban. Kepanikan dan rasa ingin tahu bercampur dengan kepedulian mendorong mereka untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Setibanya di lokasi, warga mendapati AR, sang suami, yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Situasi yang mencekam dan kemarahan atas tindakan tersebut memicu reaksi massa.

Peristiwa ini akhirnya berujung pada AR yang tewas dihakimi massa. Amukan warga menjadi akhir dari rangkaian tragedi yang terjadi di malam nahas tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolsek Pauh Iptu H Simangunsong menjelaskan kronologi awal yang diterima kepolisian. "Mendengar teriakan tersebut, warga langsung mendatangi lokasi," kata Iptu H Simangunsong. Hal ini menunjukkan respons cepat masyarakat terhadap bahaya yang terjadi.