TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden tragis mengguncang wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat dini hari, 14 Agustus 2026. Kecelakaan mengerikan ini melibatkan sebuah truk dan dua unit sepeda motor, yang mengakibatkan hilangnya tiga nyawa.
Peristiwa nahas tersebut terjadi tepatnya di Jalan Pariaman-Lubuk Alung, yang berlokasi di Korong Rimbo Sidulang-dulang, Nagari Pauah Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Waktu kejadian tercatat sekitar pukul 02.20 WIB, membawa duka mendalam bagi keluarga korban.
Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Iptu Atissa Dwi Putri, mengonfirmasi penyebab awal dari kecelakaan tersebut. Menurutnya, dugaan kuat mengarah pada kondisi sopir truk yang mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.
"Penyebab hilang kendalinya karena sopir mobil mengantuk," ujar Iptu Atissa Dwi Putri kepada Kompas.com pada Jumat sore. Pernyataan ini menjadi poin krusial dalam penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kronologi kecelakaan bermula ketika sebuah truk jenis Colt Diesel dengan nomor polisi BA 8744 QC melaju dari arah Kota Pariaman menuju Lubuk Alung. Kendaraan berat ini dikemudikan oleh seorang pria berinisial R, yang berusia 47 tahun.
Saat melintasi lokasi kejadian yang dikenal dengan Korong Rimbo Sidulang-dulang, truk tersebut mendadak kehilangan kendali. Arah laju truk berbelok tak terkendali ke sisi kanan jalan, menciptakan potensi bahaya yang tak terhindarkan.
Kehilangan kendali inilah yang kemudian berujung pada tabrakan dengan dua sepeda motor yang berada di jalur yang sama. Dampak tabrakan tersebut sangat fatal, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Pihak kepolisian setempat langsung bergerak cepat untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh detail dari kronologi kejadian.
Dikutip dari Kompas.com, insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan istirahat yang cukup bagi para pengemudi, terutama yang mengemudikan kendaraan berat dalam jarak tempuh yang jauh. Keselamatan berlalu lintas harus selalu menjadi prioritas utama.