TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden penembakan yang sempat menjadi sorotan di media sosial terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Muhammad Nur Fadly (22), seorang tukang speedboat yang sehari-hari beraktivitas di Terminal Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjadi sasaran tembakan dalam peristiwa tersebut.

Kejadian yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) sore itu meninggalkan pengalaman menegangkan bagi Fadly. Ia mengaku refleks menundukkan kepala saat merasakan ancaman tembakan diarahkan kepadanya.

Fadly menyatakan rasa syukurnya karena berhasil terhindar dari cedera. Ia merasa beruntung karena kesigapannya dalam bereaksi saat situasi genting tersebut.

"Saya nunduk. Kalau saya tidak nunduk, pasti kena," ujar Muhammad Nur Fadly, mengungkapkan betapa dekatnya ia dengan bahaya.

Meskipun mengakui secara langsung menjadi target dalam insiden penembakan, Fadly mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Ia memilih untuk tidak membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian terkait kejadian yang dialaminya.

Pilihan untuk tidak melapor ini didasari oleh prinsip pribadi Fadly. Ia berpandangan bahwa apa yang telah terjadi sebaiknya tidak perlu diperpanjang lagi.

"Yang berlalu biarlah berlalu," demikian ungkap Fadly terkait keputusannya untuk mengabaikan kejadian tersebut dan fokus pada aktivitas sehari-harinya.

Fadly beraktivitas sebagai tukang speedboat di Terminal Kampung Baru Tengah, yang berlokasi di Balikpapan Barat, Kalimantan Timur. Lokasi ini menjadi saksi bisu dari insiden yang sempat menghebohkan tersebut.

Insiden penembakan ini sendiri telah menyebar luas melalui media sosial, menarik perhatian publik terhadap peristiwa yang terjadi di Balikpapan. Namun, korban memilih jalan damai.