TIMESINDONESIA.MY.ID - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap aktivitas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kabut asap yang berdampak buruk bagi masyarakat.

Dikutip dari Antara, pihak kepolisian mencatat telah menangani puluhan kasus terkait pembukaan lahan dengan cara membakar. Hingga saat ini, tercatat ada 45 kasus karhutla yang sedang dalam proses penanganan oleh jajaran Polda Riau.

Dari total puluhan kasus tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan 49 orang sebagai tersangka. Para individu ini diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pembakaran lahan di berbagai titik di Provinsi Riau.

"Sebanyak 45 kasus karhutla telah ditangani oleh Polda Riau dan jajaran, dengan total 49 tersangka yang sudah diamankan," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anang Wicaksono.

Penetapan status tersangka ini didasarkan pada bukti-bukti yang ditemukan di lapangan selama proses penyelidikan. Kepolisian berkomitmen untuk memproses hukum setiap pelaku tanpa pandang bulu demi menegakkan aturan yang berlaku.

"Penyidikan terhadap para tersangka terus dilakukan secara intensif untuk melengkapi berkas perkara agar segera dapat dilimpahkan ke pihak kejaksaan," kata Kombes Pol Anang Wicaksono.

Selain melakukan tindakan represif berupa penegakan hukum, Polda Riau juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut dinilai sangat merugikan ekosistem serta kesehatan warga sekitar.

Upaya preventif juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Sinergi ini bertujuan untuk memantau titik panas (hotspot) agar api dapat segera dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih luas.

Pengawasan ketat akan terus berlangsung selama musim kemarau berlangsung guna memastikan wilayah Riau tetap kondusif. Polda Riau berharap langkah ini dapat menekan angka kejadian karhutla secara signifikan di masa mendatang.